Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Motorik
Di usiaku sekarang ini, aku sudah bisa geser-geser. Maksudnya kalau aku berdiri pegangan pada meja, aku bisa berjalan menuju sisi seberang meja. Aku juga bisa berjalan, tapi tanganku masih harus dipegangi. Trus kemampuan motorikku juga semakin membaik dalam hal turun dari tempat tinggi seperti tempat tidur, ataupun merunduk ke kolong kursi untuk mengambil mainan. Sekarang aku sudah dapat mengukur seberapa rendah aku harus merunduk, bahkan merayap di kolong kursi.
Oya, sekarang aku juga sudah bisa membuka pintu sendiri. Bukan membuka pintu dari gagang pintu, tapi kalau pintunya tidak tertutup sempurna, aku sudah bisa membukanya. Jadi, kalau sekarang aku bangun tidur dan mendapati diriku sendirian di kamar, aku nggak akan rewel teriak-teriak lagi kayak dulu. Sekarang aku langsung turun dari tempat tidur, buka pintu, lalu keluar kamar untuk nyari mama, papa, atau mbak Ani.
Filed under: Mainanku
Horeeee, sekarang aku punya car seat baru lhooo. Papa membelikannya untukku. Kata papa supaya aku bisa duduk dengan aman dan nyaman di mobil. Jadi, tugas singgasana lamaku yang warna biru itu sudah selesai. Sudah pensiun. Nanti aja dipake lagi sama adikku. Harusnya aku sudah nggak boleh lagi pake baby bouncer yang biru itu kalau aku sudah bisa duduk sendiri (aku bisa duduk sendiri tanpa dibantu umur 7 bulan). Berhubung car seatnya baru beli minggu lalu, ya mulai dari 7 bulan sampe minggu lalu kalau pergi naik mobil, aku tetap duduk di singgasana biruku.
Kata papa, car seat ini bisa dipakai dari usia 0 bulan sampai kira-kira 2 tahun. Hehehe, asyik lho.. Gambarnya bisa dilihat di atas.
Ini percobaanku pakai car seat. tapi di dalam rumah sih…
Kata papa, cara pakai car seat ini ada dua:
1. Kalau masih usia 0 - 9 bulan, car seatnya harus menghadap ke belakang, alias si bayi akan melihat senderan kursi sebagai pemandangannya. Katanya sih umur segini leher bayi belum cukup kuat menyangga jika benar-benar terjadi benturan pada mobil.
2. Kalau usia di atas 9 bulan, baru deh bisa memakai car seat ini dengan menghadap ke depan.
Filed under: Pengalamanku
Mulai usiaku 8,5 bulan, aku full minum susu botol. Aku menyapih diriku sendiri tanpa rewel. ASI dari mama sudah mulai sedikit, mungkin karena sekarang mama lagi hamil adikku.
Pertama kali aku minum susu formula pakai dot adalah ketika umurku 1 bulan. Waktu itu mama harus ke dokter dan nggak sempat merah ASI, jadinya eyang memberiku minum susu formula pakai botol dan dotnya. Tanpa kesulitan berarti, eyang menyatakan aku lulus uji coba minum susu pakai botol. Soalnya, gimanapun kan aku memang harus terbiasa juga minum susu pakai botol (baik minum ASI ataupun formula) ketika mama mulai bekerja. Oya, dan untungnya lagi, aku nggak pernah ngalamin bingung puting. Aku sih fleksibel saja. Kalau ada mama, aku maunya nyusu ke mama, tapi kalau mama lagi nggak ada ya minum susu pakai botol.
Filed under: Mainanku
Tiga minggu lalu, eyang Ami membelikan aku mobil-mobilan. Mobil-mobilannya lucu, warna oranye, bisa berjalan sendiri (membuatku tertarik untuk mengejarnya), dan bersuara ribuuuuutttt sekali.. Waaaawww seruuuu!!!! Ini dia penampakkan mobilnya.
Sekarang mobil-mobilan itu sudah almarhum. Lihat aja pintunya udah ga ada gara-gara aku copotin. Trus rodanya udah ga ada satu gara-gara aku banting-banting. Hehehe..seru sih.. Dan sekarang suara mobilnya udah nggak ada lagi sejak sering aku lempar-lempar dan aku opek-opek bawahnya. Wiss, pokoknya aku emang ahli bongkar pasang onderdil mobil!
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Ternyata sakit panas yang aku alami awal usiaku yang ke 8 bulan ini pertanda gigiku mau tumbuh! Horeee.. sekarang aku sudah punya dua gigi seri di bawah. Hehe. Saking senengnya, mama papa kemudian ngajak aku berenang lagi ke Citos. Kali ini membawa ban yang ada tempat duduknya buat aku. Tapi karena aku kedinginan, setelah pulang berenang, aku flu berat selama hampir dua minggu.. Pfiuhh.
Filed under: Mainanku
Di bawah ini adalah daftar mainan-mainanku yang ada di rumah.
1. Boneka
Coba lihat boneka-bonekaku di atas. Ada 7 sekawan. Kalau diurutkan dari atas kiri searah jarum jam, mereka adalah:
Filed under: jalan-jalan
Salah satu kota yang paling sering aku kunjungi adalah Bandung. Sampe usiaku 8 bulan, kira-kira sudah empat kali aku ke Bandung. Kalau ke Bandung, aku selalu duduk di baby bouncerku yang biru.. Selain yang jagain aku nggak capek, aku juga bisa tertidur lelap sepanjang perjalanan. Kursi biru itu ditaro di tengah-tengah jok belakang mobil.
Nah, maksudnya kursi yang ini.. tapi foto di atas bukan pas di mobil!
Filed under: jalan-jalan
Waktu umurku 3,5 bulan, mama dan papa mengajakku ke masjid Dian Al Mahri, Depok. Itu lho, masjid yang atapnya terbuat dari emas. Masjidnya baguuuus sekali, rapih, bersih. Kami ke sana bareng mbak iyah, bu minah, dan pak bakir. Pak bakir ini guru ngajinya papa dulu. Kalo bu minah pengasuhku yang dulu sebelum mbak ani. Kalo mbak iyah, si mbak yang dulu sebelum mbak atika, yang kerjanya beres-beres rumah.
Tapi sayangnya, ada jadwal khusus buka masjid (kayak restoran aja ya). Selain itu, anak kecil nggak boleh masuk ke dalam masjid. Takut mengganggu kekhusyukan katanya.. Apalagi aku ya? masih bayi begini. Oya, setiap wanita juga harus pake jilbab. Makanya mama mendadak pake jilbab.
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Meniru
Oya, aku cepat sekali belajar meniru. Biasanya papa yang selalu mengajarkan aku hal-hal yang asik-asik seperti menyemburkan ludah seperti orang kentut, bermain gendang (tapi memukul-mukul sesuatu seperti bak mandi, tempat tidur, badannya papa), melewati halang rintang (maksudnya kalau ada rintangan berupa bantal tinggi, papa mengajarkan aku bagaimana melewatinya), dan melenggok-lenggokkan tangan seperti dirigent. Pokoknya papa orangnya asik!
