Filed under: Pengalamanku
Kata-kata yang paling lancar aku ucapkan sekarang, terus menerus aku ucapkan, dan mengerti artinya adalah ”Udah”. Kata lain yang juga sering aku ucapkan adalah “ampu” yang berarti “lampu, dan kata “gada”.. maksudnya “nggak ada..”. Hehe, aku cenderung memilih untuk lebih banyak mengucapkan kata-kata yang melindungi kepentingan diriku. Hehehehe. Kata udah biasanya aku gunakan untuk meminta orang lain berhenti “mengutak-atik” badanku (misalnya memberi obat, membersihkan hidung, memakaikan pampers, dll).
Kalau kata-kata lain yang aku mengerti sudah lumayan banyak (kayak cicak, ikum, kiss bye).. tapi kadang untuk ngomongnya yang agak sulit. Kalau kata-kata “papa” dan “mama”, aku ngerti artinya dan juga lancar mengucapkannya, tapi terbatas pada kesempatan tertentu. Misalnya kalau lagi kejedot tembok, kan sakit tuh, aku nangis sambil teriak “mamaaaaaa….” :p
Akhir-akhir ini, aku sudah bisa meniru kata-kata dengan jelas seperti tumpah, jatuh, pecah, minum, tidur, dan masih banyak lagi. Tapi baru sekali-kali aja dan pada kesempatan pertama aku meniru. Biasanya kalau disuruh mengulang lagi, aku masih belum bisa.
Misalnya mama bilang “Ayodya, susunya nanti tumpah”, lalu dengan refleks aku bilang “tumpah”. Tapi kalo disuruh ngulang dua kali belum bisa.
Filed under: Pengalamanku
Alhamdulillah akhirnya aku sembuh. Seminggu kemarin aku sakit flu dan panas. Awalnya hari kamis tanggal 26 ingusku sudah mulai meler-meler ditambah batuk-batuk.. wah persis kayak mama dan papa kalo lagi capek. Kalo mama biasanya pilek-pilek, kalo papa sakit tenggorokan. Emang sih, hari minggu sebelumnya aku diajak ke Bandung.. kayaknya aku kecapean deh.
Nah, sampai hari minggu tanggal 29, batuk pileknya nggak reda-reda. Malah ditambah badanku panas segala pas hari seninnya. Wahhh panasnya sampe 39,7 derajat lho.. Duh mama sampe panik. Masalahnya aku tetap aktif, nggak mau istirahat pengennya main mulu, dan tidur nggak nyenyak. Mama khawatir aja aku dehidrasi dan kehabisan energi. Untungnya aku nggak susah makan pas sakit, dan banyak minum juga.
Pas panas 39,7 itu, akhirnya Rabu dini hari aku dibawa ke RS Bunda. Setelah dikasih obat, panasku turun meskipun batuk-batuknya masih sampe hari ini (tanggal 4 Juli). Sampe sekarang aku masih nggak tau kenapa aku bisa panas..
Kayaknya berat badanku turun deh. Tapi nggak papa, sekarang saatnya menambah lagi berat badanku..!!!
Filed under: Pengalamanku
Mulai usiaku 8,5 bulan, aku full minum susu botol. Aku menyapih diriku sendiri tanpa rewel. ASI dari mama sudah mulai sedikit, mungkin karena sekarang mama lagi hamil adikku.
Pertama kali aku minum susu formula pakai dot adalah ketika umurku 1 bulan. Waktu itu mama harus ke dokter dan nggak sempat merah ASI, jadinya eyang memberiku minum susu formula pakai botol dan dotnya. Tanpa kesulitan berarti, eyang menyatakan aku lulus uji coba minum susu pakai botol. Soalnya, gimanapun kan aku memang harus terbiasa juga minum susu pakai botol (baik minum ASI ataupun formula) ketika mama mulai bekerja. Oya, dan untungnya lagi, aku nggak pernah ngalamin bingung puting. Aku sih fleksibel saja. Kalau ada mama, aku maunya nyusu ke mama, tapi kalau mama lagi nggak ada ya minum susu pakai botol.
Filed under: Pengalamanku
Seumur-umur, pengalamanku bermain dengan air yang sangat banyak adalah dengan air bak mandiku yang warna biru. Menurutku bak mandi tuh airnya banyak banget, waktu belum bisa duduk rasanya takut tenggelam disitu. Biasanya mama dan papa megangin aku supaya ga tenggelam kalau airnya kebanyakan.
Bulan Januari 2008 ini kata mama bisa dipastikan hujan deras akan memenuhi hari sepanjang bulan. Agak kurang menyenangkan sih, rumah jadi sering lumayan gelap karena sinar matahari jarang berkunjung, udara jadi lebih dingin dari biasanya (tapi ga ngefek lah ke aku) dan yang paling bikin waswas papa-mama adalah penyakit-penyakit biasanya datang pada musim-musim seperti ini.
Filed under: Pengalamanku
HOREEEE!!! akhirnya aku udah bisa duduk sendiri lho! Di umur 7 bulan lagi! Duduk sendiri itu maksudnya dimulai dari posisi tidur atau telentang, trus bangkit sambil tangan kanan menahan badan, hupla! duduklah diriku. Hebat kan! Apalagi kalau badan lagi fit dan semangat lagi berkobar-kobar, butuh waktu 2-3 detik saja.
Kata Mama dan Papa, kalau aku sudah bisa duduk sendiri aku boleh naik kereta bayi (stroller). Kereta bayi ini adalah hadiah buatku dari pakdhe Arief dan budhe Tuti yang tinggal di Singapura. Mereknya Quinny, belinya di Singapura, soalnya kalo di Indonesia selain lebih mahal, modelnya kurang bervariasi (*thole ayodya, kecil2 udah tahu merek kamu ya!*). Kata Mama-Papa, kereta bayi ini bisa dipake dari umur 6 bulan s/d 3 tahun, lumayan lama kan bisa dipakenya?
Filed under: Pengalamanku
Sekarang umurku 5,5 bulan, tapi aku merasa bukan bayi lagi. Aku sekarang sudah besar. Karena menurutku:
1. Bayi itu kalau masih pakai bedong.
2. Bayi itu kalau masih digendong kayak bayi. Bosen ah pemandangannya ke atas mulu. Sekarang aku sukanya digendong menghadap ke depan atau digendong di pundak sambil ngelihat ke belakang supaya bisa melihat sekeliling.
3. Bayi itu tidur mulu. Kalau aku kan sekarang sudah banyak beraktifitas. Guling-guling, ngoceh, naik sepeda, ketawa-ketawa.
Filed under: Pengalamanku
Pas di hari ulang bulanku yang ke lima, mama dan papa membawaku ke dokter Risma untuk imunisasi DPT II, Polio II, dan HiB. Seperti imunisasi DPT I dulu, aku jadi sedikit meriang akibat imunisasi ini walaupun mama sudah memilih imunisasi yang tanpa panas (ini sesuai anjuran dokter risma. Katanya supaya aku nggak terlalu panas sampai berhari-hari). Meskipun nggak enak badan, tapi nggak apa-apa.. mama bilang supaya aku jadi kuat.
Di saat kondisiku yang lagi nggak bagus setelah imunisasi, aku malah ketularan papa sakit flu. (Kata mama, imunisasi DPT itu berarti ada kuman lemah yang dimasukkan ke tubuhku supaya tubuhku membuat antibodi yang nantinya bisa menyerang kalau ada kuman kuat sejenis yang masuk ke tubuhku. Proses ini yang membuat kondisi tubuhku jadi menurun untuk beberapa saat. Tapi untungnya sekarang ada imunisasi yang tanpa panas).
