Filed under: Mainanku
Di bawah ini adalah daftar mainan-mainanku yang ada di rumah.
1. Boneka
Coba lihat boneka-bonekaku di atas. Ada 7 sekawan. Kalau diurutkan dari atas kiri searah jarum jam, mereka adalah:
Filed under: jalan-jalan
Salah satu kota yang paling sering aku kunjungi adalah Bandung. Sampe usiaku 8 bulan, kira-kira sudah empat kali aku ke Bandung. Kalau ke Bandung, aku selalu duduk di baby bouncerku yang biru.. Selain yang jagain aku nggak capek, aku juga bisa tertidur lelap sepanjang perjalanan. Kursi biru itu ditaro di tengah-tengah jok belakang mobil.
Nah, maksudnya kursi yang ini.. tapi foto di atas bukan pas di mobil!
Filed under: jalan-jalan
Waktu umurku 3,5 bulan, mama dan papa mengajakku ke masjid Dian Al Mahri, Depok. Itu lho, masjid yang atapnya terbuat dari emas. Masjidnya baguuuus sekali, rapih, bersih. Kami ke sana bareng mbak iyah, bu minah, dan pak bakir. Pak bakir ini guru ngajinya papa dulu. Kalo bu minah pengasuhku yang dulu sebelum mbak ani. Kalo mbak iyah, si mbak yang dulu sebelum mbak atika, yang kerjanya beres-beres rumah.
Tapi sayangnya, ada jadwal khusus buka masjid (kayak restoran aja ya). Selain itu, anak kecil nggak boleh masuk ke dalam masjid. Takut mengganggu kekhusyukan katanya.. Apalagi aku ya? masih bayi begini. Oya, setiap wanita juga harus pake jilbab. Makanya mama mendadak pake jilbab.
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Meniru
Oya, aku cepat sekali belajar meniru. Biasanya papa yang selalu mengajarkan aku hal-hal yang asik-asik seperti menyemburkan ludah seperti orang kentut, bermain gendang (tapi memukul-mukul sesuatu seperti bak mandi, tempat tidur, badannya papa), melewati halang rintang (maksudnya kalau ada rintangan berupa bantal tinggi, papa mengajarkan aku bagaimana melewatinya), dan melenggok-lenggokkan tangan seperti dirigent. Pokoknya papa orangnya asik!
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Motorik
Pada periode ini, aku belajar tengkurep sendiri. Duh, aku lupa kapan tepatnya aku mulai tengkurep sendiri. Kalau nggak salah pas 3 bulan. Udah gitu, sekitar umur 5 bulan aku sudah bisa kembali ke posisi semula dari posisi tengkurap, dan udah guling-guling ke sana ke sini. Lalu, dengan usaha yang giat, aku sudah dapat duduk sendiri di usia 7 bulan kurang seminggu.
Di usia sekitar 2 bulan lebih, aku sudah mulai bisa memegang sesuatu. Lama-lama keahlianku ini meningkat. Aku jadi suka memasukkan tangan ke mulutku. Awalnya susah lho masukkin tangan, pasti kepalaku kepentok sama tangan. Tapi lama-lama bisa juga. Bosan dengan tangan, aku juga gantian memasukkan kakiku ke mulut. Selain kaki dan tangan, aku juga mulai memasukkan segala macam mainanku ke dalam mulut.
Ini videoku pas usiaku 5,5 bulan. Syutingnya sebelum papa mama pergi jauh ke luar negeri. Kata papa supaya kalo kangen aku bisa lihat aku di youtube.
Filed under: Pengalamanku
Seumur-umur, pengalamanku bermain dengan air yang sangat banyak adalah dengan air bak mandiku yang warna biru. Menurutku bak mandi tuh airnya banyak banget, waktu belum bisa duduk rasanya takut tenggelam disitu. Biasanya mama dan papa megangin aku supaya ga tenggelam kalau airnya kebanyakan.
Bulan Januari 2008 ini kata mama bisa dipastikan hujan deras akan memenuhi hari sepanjang bulan. Agak kurang menyenangkan sih, rumah jadi sering lumayan gelap karena sinar matahari jarang berkunjung, udara jadi lebih dingin dari biasanya (tapi ga ngefek lah ke aku) dan yang paling bikin waswas papa-mama adalah penyakit-penyakit biasanya datang pada musim-musim seperti ini.
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Di umurku ini, mama papa mengadakan akikah buat aku sekalian acara pindahan rumah. Acaranya diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2007. Mama papa membeli dua ekor kambing jantan yang gagah untuk kemudian dipotong, dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Banyak lho yang dateng. Tetangga, eyang ti dan eyang kung Bondowoso, dan saudara-saudara lainnya.
Filed under: Review Tumbuh-Kembangku
Tulisan ini adalah tinjauan ulang kembali terhadap tumbuh kembangku. Harusnya sih setiap ada event langsung aku tulis, tapi berhubung ga sempat jadinya baru sekarang deh.
Billirubin
Pada usia ini, aku dan mama papa masih tinggal di rumah eyang. Aku masih mendapat full ASI, dan bangun setiap dua jam sekali untuk menyusu. Pas minggu pertama, kebiasaanku di dalam kandungan masih terbawa, aku tidur melulu baik siang maupun malam, sampe-sampe tiap dua jam aku harus dibangunkan supaya nggak kekurangan minum. Berhubung aku mewarisi bakat tidur dari papa dan mama, maka proses membangunkan aku menjadi sulit sekali. Ada suara ribut, aku tetap tidur. Dikitik-kitik, tetap tidur juga. Sampe dicubitpun aku nggak bangun. Akhirnya mama menemukan cara yang tepat, yaitu membuka celanaku dan menyeboki aku dengan air. Spontan, karena kaget, aku pasti terbangun.
Filed under: Aku
Aku mau cerita saudara-saudara sepupuku, tapi aku harus ceritain dulu bagaimana sepupuku ini bersaudara sama aku. Papaku punya 2 orang kakak kandung, yaitu Budhe Lia (yang paling tua, selisih 3 tahun sama papaku) dan Pakdhe Arief (satu tahun lebih tua dari papaku). Budhe Lia punya dua orang anak - yang mana ini pasti kakak sepupuku - yaitu kakak Salsa dan kakak Aufa, umurnya masing-masing 6 tahun dan 3 tahun. Kalo Pakdhe Arief punya satu orang anak - yang ini juga kakak sepupuku - yaitu kakak Ezra umurnya 2 tahun. Nah, kalau dari mama, mama punya dua orang adik kembar, tapi mereka belum menikah dan otomatis belum punya anak juga dong. Jadinya aku belum punya sepupu dari mamaku.